Pemberian Dana Purna Tugas Perangkat Desa yang Pensiun

Bapak Sudiharso

Pracimantoro ( 20/2/2018) – Bertempat di Ruang Kepala Desa Pracimantoro, Kepala Desa Pracimantoro Bp. SUBAGYANA  telah menyerahkan Dana Purna Tugas bagi Perangkat Desa yang telah Purna Tugas karena usianya sudah mencapai 65 tahun.

Berdasarkan surat pengangkatan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Wonogiri Bp. R SOEDIHARTO tertanggal 10 Oktober 1983, Bp. SUDIHARSO diberhentikan dengan hormat dari jabatan lamanya sebagai Pamong Tani Desa dan diangkat kembali pada jabatannya yang baru sebagai Kepala urusan Pembangunan, SOTK tahun 2008 diangkat menjadi Kepala Urusan Ekonomi dan Pembangunan sampai dengan Tgl. 30 Agustus 2017. Pada SOTK 2017 beliau dimutasi dan menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Seksi Pelayanan Desa Pracimantoro sampai  pensiun pada tanggal 25 Januari 2018.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Pracimantoro Bp. SUBAGYANA  yang di dampingi oleh Sekretaris Desa Bp.SUYATNO dan Kepala Urusan Keuangan sekaligus sebagai Bendahara Desa Bp. DWI YOGA MUKTI NUGRAHA dan disaksikan oleh semua Perangkat Desa Pracimantoro, menyerahkan Dana Purna Tugas kepada Bp. SUDIHARSO berupa uang berjumlah 10 x Penghasilan Tetap yaitu sebesar Rp. 15.000.000,-. Kepala Desa Berharap dengan penghargaan tersebut perangkat desa yang telah pensiun bisa mendirikan usaha meski hanya kecil-kecilan.

Selain itu Kepala Desa juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada Bp. Sudiharso atas pengabdiannya selama 35 tahun  di desa Pracimantoro. Mudah-mudahan dengan usianya yang sudah 65 tahun  dapat menikmati masa pensiunnya dengan keluarga.

 

9 Comments

  1. Luar biasa desa Pracimantoro mudah-mudahan dengan tali asih bagi perangkat desa yang telah purna tugas dapat menambah semangat hidup dan tetap mengabdi untuk desa pracimantoro melalui jalur pengabdian yang lain sukses untuk desa pracimantoro

    • iya mas Agung Susanto, mudah2an dengan tali asih tsb bisa untuk membangun usaha meski mung kecil kecilan, ternak kambing / sapi gitu….

  2. ..kalo boleh berobawsi, perangkat desa dijamin kepastiannya ketika nanti sudah punah Bhakti, tidak ada satupun perangkat desa berharap “mandeg” tugas ditengah jalan, sebagai tumpuan harapan kluarga ketika kelak purna ada kepastian regulasi yang jelas formulasinya dan adil (sesuai dengan berapa lama beliau berbakti), bukan pada rumus hitung yang bias (semu).

    • Mudah mudahan kebijakan praci bisa ditiru desa2 lain mas, syukur syukur malah bisa lebih biar bisa buat modal usaha kecil2an

Tinggalkan Balasan