LIMBAH PERTANIAN DIJADIKAN PAKAN TERNAK

Pracimantoro, [ 8 Juli 2020 ]    Limbah Pertanian bagi  masyarakat kebanyakan, beranggapan bahwa  limbah tersebut tidak berguna sama sekali, akirnya limbah tersebut hanya  dibakar begitu saja dan hampir seluruh petani di Desa Pracimantoro. padahal limbah pertanian ( jerami, batang pisang, batang pepaya dan dedaunan lainnya  ) kalau di olah bisa menjadikan pakan alternatif yang sangat bagus untuk ternak.

Berawal dari kondisi tersebut, pemerintah Desa Pracimantoro mempunyai gagasan, untuk memanfaatkan limbah pertanian tersebut yang semula hanya dibakar akirnya sekarang bisa menjadi pakan ternak, karena dulunya di Desa Pracimantoro pada musim kemarau para peternak memberi makan ternaknya harus menjual ternaknya untuk membeli pakan, padahal limbah pertanian di Desa Pracimantoro sangat melimpah yaitu lahan sawah 61 Ha dan lahan kering 683,15 Ha. Dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak diharapkan bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya, karena desa lain di kecamatan Pracimantoro kondisinya sama persis dengan Desa Pracimantoro.

Inisiatif membuat Inovasi limbah pertanian menjadi pakan ternak ini juga di dukung mayoritas petani dan peternak di Desa Pracimantoro dengan harapan, pada musim kemarau para Petani dan peternak tidak lagi kekurangan pakan untuk ternaknya.

Tujuan dan manfaatnya adalah :

Tujuan :

  1. Membuat Inovasi Pakan Ternak Berbahan Baku dari Limbah Pertanian dan Pekarangan.
  2. Memanfaatkan limbah pertanian dan pekarangan yang tadinya tidak berguna menjadi berguna.

Manfaat :

  1. Mampu meningkatkan nilai tambah petani dan peternak..
  2. Dapat menghasilkan pakan ternak yang berkwalitas.
  3. Meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Pracimantoro

Melalui kegiatan ini terdapat peningkatan nilai produk unggulan di Desa Pracimantoro yakni yang semula hanya merupakan limbah setelah diolah bisa menjadi pakan ternak yang berkwalitas. ( sekretariat desa Pracimantoro )

 

batang pisang untuk pakan ternak
Jerami

 

 

 

 

 

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan